Tidak semua mobil digunakan setiap hari. Ada kendaraan yang hanya dipakai pada akhir pekan, sesekali untuk perjalanan keluarga, atau bahkan lebih sering terparkir di garasi selama berminggu-minggu.
Sebagian pemilik mobil menganggap kendaraan yang jarang digunakan akan lebih awet karena jarak tempuhnya rendah. Padahal, mobil yang lama tidak digunakan tetap dapat mengalami penurunan kondisi pada beberapa komponen.
Aki dapat kehilangan daya, tekanan ban bisa berkurang, rem dapat mengalami korosi permukaan, dan cairan kendaraan tetap perlu diperhatikan.
Karena itu, mobil yang jarang dipakai tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan berkala.
1. Aki Mobil
Aki merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan ketika mobil jarang digunakan.
Walaupun mesin tidak dinyalakan, beberapa sistem kelistrikan kendaraan tetap dapat menggunakan daya listrik dalam kondisi tertentu. Akibatnya, daya aki bisa berkurang secara bertahap.
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mesin lebih sulit dinyalakan.
- Starter terasa lebih lemah dari biasanya.
- Lampu terlihat redup.
- Muncul indikator atau peringatan terkait sistem kelistrikan.
Jika mobil akan lama tidak digunakan, tanyakan kepada teknisi mengenai cara penyimpanan dan pemeliharaan aki yang sesuai dengan jenis kendaraan.
Jangan melepas terminal aki atau menggunakan alat pengisi daya tanpa memahami petunjuk pabrikan, karena beberapa kendaraan memiliki sistem elektronik yang membutuhkan prosedur khusus.
2. Kondisi dan Tekanan Ban
Ban tetap mengalami perubahan meskipun mobil tidak berjalan.
Tekanan angin dapat berkurang seiring waktu. Jika kendaraan terparkir dalam posisi yang sama untuk waktu lama, area ban yang menopang beban juga dapat mengalami perubahan bentuk sementara atau flat spotting.
Periksa:
- Tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.
- Kondisi dinding ban.
- Kedalaman alur ban.
- Retak atau kerusakan pada permukaan ban.
- Ban cadangan.
Sebelum kembali menggunakan kendaraan untuk perjalanan jauh, pastikan kondisi ban dan tekanannya sesuai.
3. Sistem Rem
Mobil yang jarang digunakan tetap perlu memperhatikan kondisi rem.
Pada kendaraan yang lama terparkir, permukaan cakram rem dapat mengalami karat tipis akibat kelembapan. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan suara ketika kendaraan pertama kali digunakan.
Namun, suara yang terus muncul, getaran, pedal rem yang terasa berbeda, atau kemampuan pengereman yang menurun tidak boleh dianggap normal.
Perhatikan juga kondisi minyak rem dan kemungkinan kebocoran pada sistem pengereman.
Jika rem terasa tidak normal, jangan lanjutkan perjalanan sebelum kendaraan diperiksa oleh teknisi.
4. Oli Mesin
Oli mesin tidak hanya perlu diperhatikan berdasarkan jarak tempuh.
Waktu penggunaan juga penting karena oli memiliki masa pakai dan dapat mengalami perubahan karakteristik selama periode tertentu.
Walaupun mobil jarang digunakan, pemilik kendaraan tetap perlu:
- Memeriksa level oli.
- Memperhatikan kemungkinan kebocoran.
- Mengikuti interval penggantian berdasarkan waktu atau jarak tempuh sesuai panduan pabrikan.
- Memastikan spesifikasi oli yang digunakan sesuai rekomendasi kendaraan.
Jangan menganggap oli masih selalu layak digunakan hanya karena jarak tempuh kendaraan belum banyak bertambah.
5. Cairan Pendingin Mesin
Cairan pendingin membantu menjaga temperatur mesin tetap dalam rentang kerja yang sesuai.
Mobil yang jarang digunakan tetap perlu diperiksa untuk memastikan:
- Level cairan pendingin sesuai.
- Tidak terdapat kebocoran.
- Selang dan sambungan tidak menunjukkan kerusakan.
- Tidak ada tanda kontaminasi yang mencurigakan.
Jika level cairan pendingin terus berkurang, sebaiknya cari penyebabnya melalui pemeriksaan teknisi.
Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena sistem pendingin dapat berada dalam tekanan tinggi.
6. Sistem Bahan Bakar
Bahan bakar yang tersimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kualitas, terutama jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu panjang dan disimpan dalam kondisi yang kurang sesuai.
Pada kendaraan tertentu, bahan bakar yang sudah lama tersimpan dapat memengaruhi kinerja sistem bahan bakar.
Perhatikan beberapa hal:
- Apakah bahan bakar sudah tersimpan dalam waktu sangat lama?
- Apakah mesin sulit dinyalakan?
- Apakah respons mesin berubah?
- Apakah muncul gejala tersendat ketika kendaraan digunakan?
Jika mobil akan disimpan dalam waktu lama, ikuti panduan penyimpanan dari pabrikan. Kebutuhan setiap jenis kendaraan dapat berbeda.
7. Karet, Selang, dan Komponen Berbahan Elastis
Komponen berbahan karet tidak hanya dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan, tetapi juga oleh usia, temperatur, dan kondisi lingkungan.
Bagian yang dapat diperhatikan meliputi:
- Selang radiator.
- Selang bahan bakar.
- Karet wiper.
- Seal dan sambungan.
- Komponen karet pada sistem suspensi.
Perhatikan apakah terdapat retakan, perubahan bentuk, pengerasan, atau kebocoran.
Jika ditemukan kerusakan, mintalah teknisi menilai apakah komponen masih dapat digunakan atau perlu ditangani.
8. Wiper dan Sistem Pembersih Kaca
Mobil yang lebih sering terparkir di luar ruangan dapat terpapar panas matahari, debu, dan hujan.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi karet wiper.
Sebelum menggunakan mobil kembali, periksa:
- Karet wiper tidak retak atau mengeras.
- Sapuan wiper tidak meninggalkan area yang mengganggu pandangan.
- Washer dapat menyemprotkan cairan pembersih.
- Kaca depan bersih dan tidak terhalang.
Visibilitas pengemudi perlu dipastikan sebelum kendaraan digunakan, terutama saat hujan.
9. AC dan Sirkulasi Udara
Sistem AC juga perlu diperhatikan meskipun mobil jarang digunakan.
Ketika mobil kembali digunakan, perhatikan apakah:
- Hembusan blower normal.
- Udara yang keluar sesuai kondisi pendinginan biasanya.
- Tidak muncul bau tidak biasa.
- Tidak terdengar suara yang mencurigakan.
Jika AC tidak bekerja seperti biasanya, lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Jangan langsung menyimpulkan bahwa refrigeran perlu ditambah tanpa diagnosis.
10. Lampu dan Sistem Kelistrikan
Lampu kendaraan dan sistem kelistrikan perlu diperiksa sebelum mobil kembali digunakan.
Pastikan:
- Lampu utama berfungsi.
- Lampu rem menyala.
- Lampu sein bekerja.
- Lampu hazard berfungsi.
- Klakson normal.
- Panel instrumen tidak menunjukkan peringatan yang tidak biasa.
Pemeriksaan ini sederhana, tetapi penting untuk keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain.
11. Kebersihan Kabin dan Kondisi Interior
Mobil yang lama terparkir dapat mengalami penumpukan debu, kelembapan, atau bau tidak sedap di dalam kabin.
Sebaiknya:
- Bersihkan kabin secara berkala.
- Pastikan tidak ada makanan atau sampah tertinggal.
- Periksa karpet dan area bagasi dari kelembapan.
- Pastikan tidak ada tanda keberadaan hewan atau serangga.
- Periksa kondisi sabuk pengaman.
Jika terdapat bau lembap yang menetap atau tanda kebocoran air, cari sumber masalahnya agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan.
12. Kondisi Ruang Mesin dan Area Parkir
Sebelum menyalakan kendaraan yang lama terparkir, lakukan pemeriksaan visual di sekitar mobil dan ruang mesin jika aman dilakukan.
Perhatikan:
- Ada tidaknya tetesan cairan di lantai parkir.
- Kondisi kabel yang terlihat.
- Selang yang tampak rusak.
- Tanda gigitan hewan pada komponen tertentu.
- Benda asing atau sarang hewan di area ruang mesin.
Jika terlihat kabel terkelupas, kebocoran, atau kerusakan yang mencurigakan, jangan memaksakan kendaraan untuk digunakan. Mintalah pemeriksaan teknisi.
Seberapa Sering Mobil yang Jarang Dipakai Harus Diperiksa?
Frekuensi pemeriksaan bergantung pada usia kendaraan, kondisi penyimpanan, jenis mobil, dan rekomendasi pabrikan.
Sebagai kebiasaan umum, pemilik mobil dapat:
- Memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan setelah lama terparkir.
- Memantau tekanan ban dan kondisi aki secara berkala.
- Menjaga kebersihan eksterior dan interior.
- Mengikuti jadwal perawatan berdasarkan waktu maupun jarak tempuh.
- Melakukan pemeriksaan bengkel jika muncul gejala tidak normal.
Menyalakan mesin sesekali bukan pengganti perawatan. Jika kendaraan dijalankan, sebaiknya digunakan sesuai prosedur dan kondisi yang aman, bukan hanya dinyalakan sebentar tanpa memastikan kebutuhan operasional kendaraan.
Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Mobil Digunakan Kembali?
Jika mobil sudah lama tidak digunakan, jangan langsung menganggap kendaraan siap untuk perjalanan jauh.
Lakukan langkah berikut:
- Periksa area sekitar mobil dan pastikan tidak ada hambatan.
- Periksa kondisi ban dan tekanan anginnya.
- Perhatikan kemungkinan kebocoran cairan.
- Periksa kondisi aki dan sistem kelistrikan.
- Pastikan tidak ada kerusakan yang terlihat pada ruang mesin.
- Nyalakan kendaraan sesuai petunjuk pabrikan.
- Perhatikan indikator pada panel instrumen.
- Pastikan rem, kemudi, dan komponen keselamatan bekerja normal sebelum berkendara.
Jika mobil sudah lama tidak digunakan atau menunjukkan gejala tidak normal, lebih aman melakukan pemeriksaan di bengkel sebelum digunakan kembali.
Periksa Kondisi Mobil dengan Pendekatan Wiguna CARE
Mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan perhatian. Namun, tidak semua komponen harus langsung diganti hanya karena kendaraan lama terparkir.
Yang lebih penting adalah mengetahui kondisi aktual kendaraan dan menentukan tindakan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Melalui pendekatan Wiguna CARE (Check, Assess, Recommend, Educate), Bengkel Wiguna mengedepankan empat prinsip:
- Check: Memeriksa kondisi kendaraan.
- Assess: Menilai temuan berdasarkan kondisi aktual.
- Recommend: Memberikan rekomendasi perawatan atau perbaikan sesuai kebutuhan.
- Educate: Membantu pemilik kendaraan memahami kondisi mobil dan langkah perawatan berikutnya.
Dengan pendekatan tersebut, pemilik mobil dapat memahami bagian yang perlu diperhatikan tanpa terburu-buru mengganti komponen yang masih layak digunakan.
Pelajari lebih lanjut program Wiguna CARE melalui halaman resmi:
Kenali Program Wiguna CARE – Bengkel Wiguna
Kesimpulan
Mobil yang jarang dipakai bukan berarti tidak membutuhkan perawatan.
Aki, ban, rem, oli, sistem pendingin, bahan bakar, komponen karet, dan sistem kelistrikan tetap perlu diperhatikan meskipun jarak tempuh kendaraan rendah.
Ikuti jadwal perawatan pabrikan, periksa kondisi kendaraan secara berkala, dan jangan abaikan gejala yang muncul ketika mobil kembali digunakan.
Mobil jarang dipakai tetap perlu dirawat. Kenali kondisinya sebelum kembali digunakan.




